banner 1477x739

Ini Pesan Wabup OKI di Rembuk Stunting

OKI,RBK – Stunting di OKI mulai menunjukan trend penurunan, dan Wakil Bupati OKI H.M.Dja’far Shodiq terus dijaga sampai OKI benar-benar bebas stunting. Sehingga, anak-anak di OKI bisa memiliki pertumbuhan fisik yang baik, perkembangan kognitif optimal yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan”

Hal tersebut ditegaskan Wabup dalam kegiatan Rembuk Stunting untuk memperkuat komitmen dan sinergitas dalam upaya pencegahan sekaligus percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Menurutnya, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah masa emas untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Bagi Wabup Shodiq, tugas menurunkan angka stunting bukan hanya tupoksi jajaran kesehatan atau satu individu semata tetapi diperlukan satu kesatuan yang terintegrasi kita semua yang terlibat.

“Rembuk Stunting ini tidak hanya sebatas seremonial saja, namun mampu menghasilkan solusi dan tekad yang kuat dalam Percepatan Penurunan Stunting”, harap Wabup.

Baca Juga  5 Tuntutan Mahasiswa Dalam Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM

Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir, H. Herman, SKM.M.Kes menyampaikan Rembuk Stunting dilaksanakan untuk meningkatkan komitmen penurunan stunting di Kabupaten Ogan Komering Ilir secara terukur dan terorganisir dengan pencapaian yang maksimal.

“Stunting adalah kondisi dimana tinggi balita jauh lebih pendek dari teman seusianya. Hal seperti ini harus segera dientaskan sehingga anak-anak di OKI bisa tumbuh sehat, kuat, dan hebat”, kata Herman.

Disampaika Herman, beberapa aktor yang berkaitan erat dengan proses percepatan penurunan stunting di OKI yaitu para remaja,calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui,dan balita (1000 hari pertama kelahiran).

Mereka adalah aktor kunci untuk mensukseskan program pencegahan sekaligus penurunan stunting di OKI.

“‘Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting ini tanggung jawab kita bersama. Mari berkomitmen, sinergi agar Ogan Komering Ilir bisa segera bebas dari Stunting”, imbuhnya.

Baca Juga  Hanura Memanggil Generasi Muda untuk Membawa Perubahan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) OKI, Aidil Azwari, SP., M.Si mengatakan terdapat 15 desa yang menjadi Desa Lokus percepatan penurunan stunting di lingkungan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Adapun fokus desa percepatan stunting di OKI diantaranya Kecamatan Mesuji Makmur di desa Pematang Sari, Karya Usaha, dan Gading Sari. Kecamatan Cengal di desa Palimbangan, dan Desa Cengal. Kecamatan Tanjung Lubuk di Desa Ulak Kapal, Kota Bumi, Tanjung Lubuk, dan Seri Tanjung. Kecamatan Pangkalan Lampan di Desa Rambai, Sunggutan, Rimba Samak, dan Riding. Kecamatan Pampangan di Desa Secondong dan aKecamatan Jejawi, di desa Jejawi”, papar Aidil.

Disampaikan oleh Aidil untuk percepatan stunting di OKI ini diperlukan hasil analisis berdasarkan fakta dan indikitor yang jelas sehingga pencapaian jadi lebih maksimal.

Baca Juga  Kendalikan Pencemaran Udara Pemkab Muba Lakukan Uji Emisi

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kab. OKI, H.M. Lubis, SKM.M.Kes mengatakan ketika bayi lahir dengan berat dan panjang yang normal, itu tidak cukup karena masih membutuhkan pendampingan agar tidak mengalami pertumbuhan yang stagnan.

“Stunting tidak hanya dialami oleh orang miskin saja, stunting bisa terjadi pada siapa saja, bayi yang lahir sehat tetapi tidak dipantau dengan baik di 1000 hari kelahiran pertama, bisa mengalami stunting. Hal ini harus dilakukan dengan penuh kesungguhan”, kata Lubis.

Baginya, anak yang mengalami stunting tidak hanya terlahir pendek tetapi memiliki daya nalar yang rendah dan rentan terserang penyakit. Maka dari itu, Lubis mengajak untuk komitmen mencegah dan membebaskan OKI dari stunting.(Rki)